Sabtu, 02 Mei 2015

Sirkulasi darah janin



Sirkulasi darah janin dalam rahim tidak sama dengan sirkulasi darah pada bayi, anak dan orang dewasa. Pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta.


Faktor-faktor yang mempengaruhi sirkulasi darah janin yaitu:
    • Foramen Ovale
      • Lubang antara atrium kanan dan atrium kiri
      • Aliran darahnya : atrium kanan kiri
      • Setelah janin lahir akan menutup
    • Duktus Arteriosus Bothali
      • Pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta
      • Menutup setelah lahir
    • Duktus venousus Aranthii
      • Pembuluh yang berada dalam hepar menuju vena cava inferior
      • Menutup setelah lahir
    • Vena Umbilcalis
      • Berjumlah satu buah
      • Membawa zat makanan dan O2 dari sirkulasi darh ibu (plasenta) ke peredaran darah janin
    • Arteri Umbilicalis
      • Berjumlah dua buah
      • Membawa sisa zat makanan dan CO2 dari janin ke sirkulasi darah ibu
      • Pembuluh darah yang menghubungkan vena umbilikalis dengan vena cava inferior
    • Palsenta
      • Jaringan yang menempel pada endometrium
      • Tempat pertukaran antara darah janin dengan darah ibu.

Proses sirkulasi intrauteri dimulai dari, Darah dari vena umbilikalis, masuk melalui umbilikus, menuju liver melalui ductus venosus arantii, dan akhirnya masuk ke vena cava inferior. Sebagian O2 dalam darah vena umbilikalis akan diresorpsi sehingga konsentrasi O2-nya menurun.
Dari vena cava inferior langsung masuk ke atrium kanan yang merupakan darah dengan konsentrasi tinggi nutrisi dan O2 yang sebagian menuju ventrikel kanan dan sebagian besar menuju ke atrium kiri melalui foramen ovale.
Dari atrium kiri langsung menuju ventrikel kiri yang akan mengalirkan darah menuju aorta arkuatus dan selanjutnya sebagian besar menuju susunan saraf pusat dan sebagian menuju arteri koronalis menuju jantung sendiri.
Aorta yang menuju abdomen-aorta abdominalis akan bercabang menjadi aorta hipogastrika komunis kemudian menjadi aorta hipogastrika interna dan akan memberikan cabang-cabangnya menuju umbilikus sebagai arteria umbilikalis kanan dan kiri.
Arteri pulmonalis menuju paru-paru, karena paru-paru belum berfungsi, aliran darah yang besar itu akan dialirkan menuju arkus aorta melalui duktus arteriosus bothali.
Vena cava superior dan vena cava inferior menuju jantung dari arah superior dan inferior pada atrium kanan. Dari atrium kanan, terutama darah dari vena cava inferior langsung melalui foramen ovale, menuju atrium kiri dan selanjutnya menuju ventrikel kiri.
Selanjutnya sirkulasi janin intrauteri akan berulang kembali. Menerima nutrisi dan O2 dari plasenta melalui ductus venosus aranthii, menuju vena cava inferior yang kaya akan O2 dan nutrisi.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar