Sel merupakan partisipan aktif di lingkungannya, yg secara tetap
menyesuaikan struktur & fungsinya untuk mengakomodasi tuntutan perubahan
dan stres ekstrasel. Semua bentuk jejas dimulai dengan perubahan
molekul atau sturktur sel. Dalam keadaan normal, sel berada dalam “keadaan”
homeostasis “mantap”. Sel bereaksi terhadap pengaruh yang merugikan dengan cara
beradaptasi, mempertahankan jejas tidak menetap, atau mengalami jejas menetap
dan mati.
Terdapat dua pola morfologik kematian sel, yaitu nekrosis dan apoptosis. Nekrosis adalah bentuk yang lebih umum setelah rangsang eksogen dan berwujud sebagai pembengkakan, denaturasi dan koagulasi protein, pecahnya organel sel, dan robeknya sel. Apoptosis ditandai dengan pemadatan kromatin dan fragmentasi, terjadi sendiri atau dalam kelompok kecil sel, dan berakibat dihilangkannya sel yang tidak dikehendaki selama embryogenesis dan dalam berbagai keadaan fisiologik dan patologik. Adapun penyebab terjadinya jejas :1. Deprivasi oksigen, hipoksia (pengurangan oksigen) terjadi sebagai akibat iskemia (kehilangan pasokan darah), oksigenisasi tidak mencukupi (misalnya, kegagalan jantung paru), atau hilangnya kapasitas pembawa oksigen darah (misalnya, anemia, keracunan karbon monooksida). Untuk menilai efek hipoksia, pada mitokondria terjadi oksidasi asam lemak yg melepaskan energi. Energi yg dilepaskan digunakan untuk pembentukan ATP “cans of energy”. ATP yg dihasilkan dikirim oleh mitokhondria ke berbagai organel sel untuk menggerakkan berbagai proses sel yg memerlukan energi seperti pergerakan, sekresi, memompa sodium, kalsium & air keluar sel. Energi yg tersimpan dlm ATP dilepaskan dg memecahnya kembali à ADP + P. Penghantaran ATP ke berbagai organel sel oleh mitokondria dg cara mitokondria secara terus menerus bergerak & menyentuh semua bagian dari selnya, termasuk nukleus (“mitochondrial dance”). Efek anosis, terhentinya sintesis ATP. Terjadi glikolisis anaerobik yg menghasilkan energy tanpa oksigen, sampai cadangan glikogen habis à meningkatkan asam laktat dlm sel, granul glikogen berkurang & menghilang dari sel. Meningkatnya konsentrasi asam laktat à DNA tergulung kuat & bergumpal dlm inti (piknotik) à sintesis mRNA terhenti. Kation & pompa air, suatu mesin enzim yg tertanam pd membran plasma & membran organel – organel bersaccus berhenti memompakan sodium, kalsium & air ke luar, àsodium, air terakumulasi dlm sel & organel, à sel membengkak. Karena mRNA (-), kompleks ribosom dipecah à ribosom tunggal, sintesis protein terhenti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar